Kue Keranjang : Menu Khas Imlek


Menjelang Imlek, Masyarakat Tionghoa akan disibukkan dengan kegiatan yang telah turun temurun mereka jalankan.

Kue keranjang merupakan kue isitimewa bagi masyarakat etnis Tionghoa di seluruh dunia. Sebab, kue ini dibuat dalam jumlah besar hanya setahun sekali, yakni saat menjelang Imlek.

Imlek belum lengkap tanpa kue keranjang. Kue keranjang yang merupakan salah satu tradisi dan identik dengan tahun baru China, kita biasa mengenalnya sebagai dodol China. Hal itu disebabkan karena secara fisik memang kue keranjang ini mirip dodol. Hanya ukurannya lebih besar ketimbang dodol. Masyarakat Tionghoa akan membuat kue keranjang atau membeli kue ini pada saat Imlek.

Selain untuk persembahan untuk para dewa, kue keranjang bagi warga Tionghoa menjadi simbol silaturahim serta panjang umur. Mereka saling mengirim kue keranjang demi menjaga hubungan baik antarsanak keluarga dan biasanya makanan ini slalu dibagikan bukan hanya sesama masyarakat Tionghoa saja namun penduduk setempat pun dapat kebagian makanan tersebut.

Proses pembuatan kue keranjang diawali dengan pengayakan tepung beras. Tepung beras yang halus selanjutnya di campur gula pasir yang telah dicairkan dengan direbus bersama daun pandan agar kue keranjang beraroma menggugah selera. Campuran tadi kemudian diaduk-aduk hingga merata. Biasanya untuk 10 liter tepung beras, gula pasir yang diperlukan sebanyak 8 kilogram.

Setelah tercampur merata, adonan dicetak ke dalam keranjang-keranjang kecil yang dilapisi plastik. Selanjutnya kue dikukus selama 14 jam di dalam tungku besar dengan menggunakan kayu bakar.

Kue keranjang bisa dimakan dengan digoreng dan ditaburi wijen, digoreng balut telur, atau dipotong-potong kecil dengan taburan kelapa di atasnya.

Apa benar kue keranjang pembawa keberuntungan? Masyarakat keturunan Tionghoa yang merayakan Imlek memang mempercayai bahwa kue keranjang ini sebagai simbol keberuntungan atau kemakmuran.

Konon, kue keranjang dipersembahkan bagi Dewa Dapur agar memberi laporan yang bagus pada Raja Langit sehingga menganugerahkan rezeki melimpah di tahun baru

Selain kue keranjang, kue-kue lain seperti kue mangkok, kura-kura, lapis legit, manisan kolang-kaling, dan agar-agar bintang juga ikut dihidangkan dalam menyamput perayaan Imlek. Kue-kue tersebut dibuat dan disajikan karena mempunyai mana khusus bagi warga keturunan Tionghoa.

Manisnya kue keranjang, teksturnya yang kenyal menandakan doa akan kehidupan yang akan berjalan “manis”, rejeki yang tak mudah putus. Dan, apabila teksturnya mengeras, hal tersebut menandakan harapan adanya rejeki yang melimpah baik keluarga mereka. Kue mangkok juga memiliki makna bahwa keberuntungan terus berkembang baik.

Masyarakat Tionghoa selalu menyajikan kue mangkok berwarna merah muda yang melambangkan kelembutan. Sebaliknya, mereka enggan menyajikan yang berwarna putih karena warna tersebut melambangkan kedukaan. Kue lapis legit melambangkan rejeki yang berlapis-lapis. Kue ku atau kue kura-kura, melambangkan usia panjang umur, serta ketelitian dalam melaksanakan suatu hal. Manisan kolang-kaling melambangkan pikiran yang jernih, sedang agar-agar yang dicetak berbentuk bintang merupakan simbol kehidupan yang terang.

Referensi :
http://www.tempo.co/read/news/2012/01/20/201378567/Nian-Gao-Kue-Keranjang-Simbol-Pembawa-Rejeki
http://berita.liputan6.com/read/372288/pembuat-kue-keranjang-kebanjiran-pesanan

2 thoughts on “Kue Keranjang : Menu Khas Imlek

  1. Pingback: Tahun Naga Air: Selamat dan Sejahtera! | negeribocah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s