Bruce Springsteen: The Boss


Bruce Frederick Joseph Springsteen (lahir di Long Branch, New Jersey, 23 September 1949; umur 61 tahun) adalah pencipta lagu, penyanyi, dan gitaris Amerika Serikat. E Street Band adalah band pengiring sewaktu tur dan rekaman. Springsteen membawakan salah satu bentuk rock and roll bernama heartland rock yang dicampurnya dengan unsur-unsur pop, lirik yang puitis, dan budaya Americana seputar tanah kelahirannya di New Jersey.

Delapan belas Penghargaan Grammy dan sebuah Academy Awards telah dimenanginya. Lirik lagunya menyampaikan masalah sehari-hari kelas pekerja di Amerika Serikat. Ia sering menulis lagu tentang pria dan wanita yang berjuang keras sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga dikenal sebagai aktivis politik progresivisme. Springsteen juga dikenal sebagai dermawan yang sering menyumbang untuk korban berbagai bencana alam. Pada tahun 1985, ia turut serta dalam proyek “We Are the World” dari USA for Africa, dan proyek antiapartheid Sun City.

Album paling sukses dari Springsteen adalah Born to Run dan Born in the U.S.A.. Hingga tahun 2008, albumnya telah terjual lebih dari 63,5 juta keping di Amerika Serikat.[1] Lagu “Born in the USA” berada di puncak kepopuleran di masa kampanye Pemilu Presiden 1984. Ketika berpidato di Hammonton, New Jersey, Ronald Reagan menyebut nama Bruce Springsteen untuk mengambil hati pemilih usia muda. Springsteen ternyata tidak senang namanya disebut-sebut oleh Ronald Reagan.[2]

Dalam kampanye Pemilu Presiden 2004, John Kerry memakai “No Surrender” sebagai lagu tema kampanye. Pada hari terakhir kampanye, Springsteen di antaranya membawakan versi akustik dari “No Surrender”. Pada bulan April 2008, Springsteen mengumumkan dukungannya kepada Barack Obama dalam Pemilu Presiden 2008.[3]

Springsteen lekat dengan julukan The Boss yang awalnya amat dibencinya. Namun akhirnya julukan tersebut diterimanya, dan bahkan dipakai untuk mengolok-olok diri sendiri di atas panggung. Julukan The Boss berasal dari masa muda di tahun 1960-an, ketika masih bermain di kelab-kelab. Setiap malam, Springsteen meminta honor dari pemilik kelab dan membagi-bagikannya kepada rekan-rekan satu band.[4]

http://id.wikipedia.org/wiki/Bruce_Springsteen

Recent Posts :

One thought on “Bruce Springsteen: The Boss

  1. Pingback: Wordpress Mengedit Postingan Kita? | negeribocah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s