Serbuan Produk Asing


Indonesia adalah negara yang besar jumlah penduduknya dan luas daerahnya karena terdiri dari ribuan pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia adalah negara maritim yang menguasai lautan luas dan garis pantai yang panjang membentang.

Anda masih ingat lagu ini?

Lirik Lagu Wajib Nasional – Dari Sabang Sampai Merauke
Ciptaan: R. Suharjo

Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung memnyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

Atau yang ini …

Kolam Susu
oleh: Koes Plus

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

Tapi, apa yang kita lihat dan rasakan hari ini? Negeri ini terjajah secara ekonomi dan kita merasa baik-baik saja tanpa pernah berusaha untuk merubah keadaan. Menyedihkan!

Indonesia adalah bangsa yang besar? Kenyataan membuktikan Indonesia adalah pasar besar yang menarik untuk berdagang bagi bangsa lain. Indonesia terbuka dan menyambut baik serbuan produk asing yang akhirnya menguasai pasar lokal dan sukses menyingkirkan produk hasil karya anak negeri sendiri.

Tercatat ada 8 produk asing yang menjajah negeri ini walaupun sebetulnya kita juga bisa memproduksinya asal mau sedikit bekerja keras dan pemerintah memberikan kemudahan, yaitu:

  1. Garam
  2. Bawang Merah
  3. Gula Rafinasi
  4. Beras
  5. Singkong
  6. Sapi
  7. Buah
  8. Ikan

Mungkin ada produk lain yang belum disebutkan? Silahkan menambahkan …

Kutipan Info :

Ketua Biro Perikanan Budi Daya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPD Jabar, Muhammad Husen, di Bandung, Senin (11/4) mengatakan, meningkatnya impor ikan air tawar asal Malaysia belakangan ini sudah memukul usaha sejenis produk lokal, terutama ikan nila dan ikan lele Malaysia mampu mencitrakan dirinya dengan produk-produk ikan air tawar yang sehat dengan harga lebih murah.

Husen mencontohkan, ikan lele asal Malaysia harganya Rp 8.000/kg sampai ke pembeli, dibandingkan dengan ikan lele lokal yang rata-rata masih Rp 10.000 “kg. Hal ini disebabkan pembudidayaan ikan lele di Malaysia lebih efisien, serta memperhatikan kebersihan lingkungan, menggunakan teknik reproduksi lebih baik, dlL

Saya, sebagai manusia bodoh, hanya merasa bingung. Kok bisa ya produk asing datang kesini dan dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk lokal? Padahal mereka harus menanggung biaya transportasi, beban ekspor impor, sewa gudang, tenaga kerja, administrasi ini itu dan lain-lain.

Tapi ya fakta di lapangan membuktikan kalau item pertanian, perkebunan dan perikanan seperti daftar diatas sudah menguasai pasar tradisional kita dengan harga murah meriah. Mantap pak cik!

Saya hanya bisa menduga-duga pasti ada salah kelola di negeri ini yang membuat biaya produksi, distribusi. transportasi membengkak sehingga produsen harus menjual dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

Tanya kenapa?
Eh, ternyata manusia bodoh itu enak lhoo… ini buktinya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s