Sungai Ciberang, Lebak, Banten

Postingan ini diambil dari berita di detik.com dengan judul Lihat! Anak SD di Banten Mesti Bertaruh Nyawa di Jembatan untuk Sekolah. Saya posting ulang disini agar kita tau betapa berat perjuangan untuk meraih ilmu pengetahuan dan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

Sungai Ciberang, Lebak, Banten

Sofiah dan kawan-kawannya mesti bertaruh nyawa untuk bersekolah. Salah melangkah, byuur! Deras arus Sungai Ciberang, Lebak, Banten bisa merenggut hidup mereka. Setiap pagi, Sofiah mesti berjuang untuk bersekolah di SD Negeri 02 Sanghiang Tanjung.

Seperti dikutip Reuters Kamis (19/1/2012), Sofiah mengaku harus menempuh waktu 30 menit lebih lama bila ingin melintasi jembatan yang lain. Pastinya, dia akan berjalan lebih jauh dan telat ke sekolah.

Karena itu, salah satu syarat utama bagi para siswa SD itu untuk melintas di jembatan itu, yakni harus bisa berenang. Bila tidak, jangan coba-coba melintas di jembatan ‘maut’ itu.

Menurut Kepala Desa Sanghiang Tanjung Epi Sopian, banjir mengakibatkan kerusakan parah pada jembatan itu . Jembatan itu dibangun pada 2001 dan hancur saat diterjang banjir besar beberapa waktu lalu.

Advertisements