Refleksi Akhir Tahun 2011 PPATK


PPATK

Hasil Refleksi Akhir Tahun 2011 PPATK yang ditandatangani langsung Kepala PPATK Muhammad Yusuf di Jakarta, Jumat (23/12/2011)

Sebagian Besar Kasus Korupsi dilakukan PNS

“Berdasarkan Hasil analisis selama tahun 2011, terlapor yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil mencapai 50,3 persen dengan persentase terbanyak berasal dari PNS daerah yaitu sebesar 22,8 persen sedangkan PNS Pusat sebesar 29,3 persen,” papar Yusuf.

Menurut Yusuf, terdapat 148 PNS terlapor selama tahun 2011 yang terdiri dari 67 PNS di daerah dan 86 PNS di pusat.

Selain PNS korupsi terbanyak juga dilakukan bupati, polisi, legislatif (DPR/DPRD), swasta, wiraswasta termasuk ibu rumah tangga.

PNS di DKI Paling Banyak Terindikasi Korupsi

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan terdapat 101 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) oleh PNS di DKI selama periode semester II-2011.

“Terdapat 3 provinsi terbanyak yang terindikasi tindak pidana korupsi dengan melibatkan aparat pemerintah daerah yaitu DKI Jakarta sebesar 101 LTKM (12,9%), Kalimantan Timur sejumlah 96 LTKM (12,3%) dan Sumatera Utara sejumlah 84 LTKM (10.7%), dari total keseluruhan sebesar 783 LTKM,” terang laporan tersebut.

Berdasarkan hasil riset time serries analytical, kecenderungan sampai tahun 2014, LTKM yang terkait korupsi oleh aparat pemda akan menunjukkan peningkatan.

“Dan diperkirakan akan mengalami peningkatan sebanyak 2,8 kali lipat dibandingkan keadaan sampai tahun 2010. Hal ini dengan asumsi bahwa tidak ada upaya pencegahan yang dilakukan oleh instansi terkait,” tuturnya.

Korupsi, Suap dan Transaksi Narkotika Meningkat di Indonesia

“Hasil analisa di PPATK, 43,4% hasil analisa terindikasi tidak pidana korupsi. Peningkatan dugaan korupsi berdasarkan hasil analisa dari tahun 2010 hingga 2011, menunjukkan peningkatan signifikan 71%,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK, Muhammad Yusuf dalam refleksi akhir tahun 2011, di kantornya, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Selain korupsi, tidak pidana penyuapan dan narkotika juga naik. Dugaan tindak pidana narkotika naik 150% dari tahun 2010. Sedangkan pidana penyuapan naik 114% dibandingkan periode tahun lalu.

Hanya satu tindakan pidana yang mengalami tren penurunan, yakni penipuan yang turun 39% dibandingkan 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s