Investasi Blog : Catatan Kenangan Masa Lalu dan Harapan Masa Depan

Tidak terasa blog NEGERIBOCAH ini yang numpang eksis di server gratis wordpress sudah melewati usia 3 tahun. Sebuah perjalanan kata-kata yang panjang penuh lika-liku.

Blog ini pernah di-suspend karena dianggap melanggar TOS dari admin wp tetapi alhamdulillah sudah bisa bangkit dari kubur sehingga saya bisa menulis dan (insya Allah) akan terus menulis lagi.

Kehidupan sama seperti blog yang harus melangkah setapak demi setapak. Banyak kisah dan kejadian yang kita lewati dalam suka maupun duka. Ada kisah sedih dan ada pesta penuh kegembiraan yang semoga tidak melenakan kita untuk mengejar tujuan hidup yaitu ‘berharap ridho Allah SWT’

Terkadang, saya sering berpikir :

  • Bagaimana masa depan?
  • Apa yang akan terjadi di masa depan?
  • Apa yang harus saya kerjakan di masa depan ketika tenaga mulai berkurang dan kondisi fisik tidak memungkinkan lagi untuk beraktifitas di luar ruangan?

Yah, banyak pertanyaan yang datang menghampiri saat saya sendiri.

Saya sering menbiarkan pikiran dan perasaan larut saat berselancar ke dunia internet mencari ‘pekerjaan’ atau lebih tepatnya ‘kesibukan’ yang mungkin bisa saya kerjakan di masa tua nanti.

Mungkin, nge-blog adalah salah satu cara yang bisa dilakukan dimasa tua untuk mengisi hari dan menghabiskan waktu. Menuliskan kata-kata bermakna bagi diri sendiri dan sokor-sokor bisa membawa kebaikan serta inspirasi atau motivasi bagi orang-orang yang kebetulan datang untuk membaca isi tulisan di blog

Ketika saya menuliskan pengalaman pribadi maka suatu saat tulisan itu bisa menjadi kenang-kenangan bahwa saya pernah melalui sebuah peristiwa. Kenangan manis atau pahit adalah sebuah warna kehidupan yang sudah terlewati dan membuat saya menjadi seorang ‘manusia baru’

Mungkin, di blog ini anda juga akan menemukan banyak artikel copypaste. Yah, saya memposting ulang karena saya suka dengan isi artikel tersebut sehingga blog menjadi sebuah arsip dokumentasi online. Saya mencoba membuat perpustakaan digital yang semoga bisa memberi manfaat kebaikan.

Alasan lain kenapa saya copas adalah saya tidak ada ide tulisan yang bisa dibagikan hehehe

Saya juga menuliskan harapan dan cita-cita masa depan secara tersirat maupun tersurat. Ada keinginan mendapatkan beberapa hal yang saya selipkan dibalik tulisan di blog ini. Semoga saja Allah SWT mengabulkan permintaan saya

Apakah blog bisa menjadi investasi yang berharga di masa depan?

Mungkin saja! Kita tidak tahu perjalanan kehidupan di masa depan.

Mungkin ketika terjadi ‘sesuatu’ yang menghebohkan dan luar biasa, ada penerbit yang tergerak mencetaknya sebagai buku. Dan, si penulis akan mendapatkan keuntungan dari buku tersebut

Menuju usia 60 tahun, saya harus mempersiapkan diri karena masa itu pasti datang. Usia kita semakin menua tanpa kita sadari karena waktu bergerak cepat meninggalkan apa saja di belakangnya

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64

Ketika SOTR Para ABG Bukan Membagikan Makanan Sahur

Jakarta – Beberapa kelompok ABG melakukan aksi sahur on the road (SOTR) malam ini. Sayangnya, bukan membagi-bagikan makanan, mereka malah buang sampah sembarangan dan melakukan aksi corat-coret.

Dini hari ini, detikcom berkeliling seputar wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat dari pukul 00.00 WIB hingga 02.53 WIB, Jumat (25/7/2014), terpantau banyak kelompok ABG yang melakukan aksi SOTR.

Sekelompok ABG usia belasan tahun melakukan SOTR di wilayah Jakarta Selatan-Jakarta Pusat. Selain pria, banyak pula wanita yang ikut. Mereka semua berboncengan dengan motor dan kebanyakan tidak memakai helm. Jumlahnya sekitar 80-an motor.

Para ABG bermotor ini melintas mulai dari Jalan Jenderal Soedirman mengarah ke Blok M, lalu ke Kebayoran lama dan meneruskan perjalanan melintasi kawasan Senayan. Mereka menimbulkan kebisingan di jalan karena membunyi-bunyikan klakson di sepanjang jalan.

aksi sahur on the road

aksi sahur on the road

Sepanjang melintasi daerah tersebut, mereka tidak terlihat membagi-bagikan makanan. Mereka menghentikan laju kendaraan yang bersinggungan dengan jalur mereka, juga mencorat-coret tembok dan jalan menggunakan cat semprot.

Para ABG ini sempat berhenti di sebuah pom bensin dekat Universitas Moestopo. Di situ mereka juga melakukan aksi tak terpuji dengan membuang sampah minuman dan makanan sembarangan di jalan.

Pantauan detikcom, di sepanjang jalan dari Jalan Jenderal Soedirman, Kebayoran Baru hingga Senayan, banyak coret-coretan bertuliskan SOTR. Coretan-coretan dengan cat semprot itu banyak terdapat di tembok, halte busway, dan tiang-tiang monorel.

Tidak terlihat ada petugas polisi yang melakukan razia saat detikcom melintas mengikuti gerombolan ABG yang SOTR dari mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 02.53 WIB dini hari.

Beberapa kali TMC Polda Metro Jaya dihubungi melalui telepon untuk menginformasikan SOTR ABG yang meresahkan ini, namun tidak diangkat. Jawaban didapat dari direct message melalui Twitter.

“Terima kasih infonya. Diteruskan ke pihak-pihak terkait,” demikian direct message yang dikirimkan oleh akun @TMCPoldaMetro ke detikcom.

Wisudawan Ber-IPK 3,96 Itu Diantar Ayahnya dengan Becak

Raeni menuju Auditorium Unnes untuk mengikuti wisuda diantar oleh Mugiyono, ayahnya, Selasa (10/6)

Raeni menuju Auditorium Unnes untuk mengikuti wisuda diantar oleh Mugiyono, ayahnya, Selasa (10/6)

Perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan langsung tersita pada Raeni, Selasa (10/6). Pasalnya, wisudawan dari Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini berangkat ke lokasi wisuda dengan kendaraan yang tidak biasa. Penerima beasiswa Bidikmisi ini diantar oleh ayahnya, Mugiyono, menggunakan becak.

Mengapa becak? Ayahanda Raeni memang bekerja sebagai tukang becak yang saban hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Pekerjaan itu dilakoni Mugiyono setelah ia berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis. Sebagai tukang becak, diakuinya, penghasilannya tak menentu. Sekira Rp10 ribu – Rp 50 ribu. Karena itu, ia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan.

Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Sempurna. Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Dia juga menunjukkan tekad baja agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.

“Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut.

Tentu saja cita-cita itu didukung ayahandanya. Ia mendukung putri bungsunya itu untuk berkuliah agar bisa menjadi guru sesuai dengan cita-citanya.

“Sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Saya rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar mendapatkan pesangon,” kata pria yang mulai menggenjot becak sejak 2010 itu.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan,apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.

“Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” katanya.

Ia bahkan yakin, dalam waktu tak lama lagi akan terjadi kebangkitan kaum dhuafa. “Anak-anak dari keluarga miskin akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini,” katanya.

Harapan itu terasa realistis karena jumlah penerima Bidikmisi lebih dari 50.000 per tahun. Unnes sendiri menyalurkan setidaknya 1.850 Bidikmisi setiap tahun.

http://unnes.ac.id/berita/putri-tukang-becak-itu-jadi-wisudawan-terbaik-dengan-ipk-396/

Pembuatan Akte Lahir, KTP, dan KK Kini Gratis

Mendagri Gamawan Fauzi. TEMPO/Tony Hartawan

Mendagri Gamawan Fauzi. TEMPO/Tony Hartawan

Pembuatan Akte Lahir, KTP, dan KK Kini Gratis

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mempertegas reformasi birokrasi perihal pelayanan dokumen kependudukan seperti akte kelahiran, kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga. Menurut Gamawan, sejak pagi tadi seluruh proses pelayanan dokumen kependudukan tersebut tak dipungut biaya atau gratis.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, semua itu dibiayai anggaran negara,” kata Gamawan di Kantor Wakil Presiden, Senin, 10 Februari 2014. “Tak boleh lagi ada pungutan.”

Gamawan menuturkan bahwa dia masih kerap mendengar adanya pemungutan biaya pada dokumen kependudukan. Ia meminta masyarakat berani melaporkan jika masih harus membayar pembuatan dokumen tersebut.

Langkah lainnya, penerbitan akte kelahiran yang tak lagi harus di tempat kelahiran. Menurut dia, akte kelahiran dapat diproses di domisili pemohon. “Sekarang lebih mudah lagi mendapatkan akte kelahiran. Itu inti administrasi kependudukan,” kata Gamawan.

Ia juga menyatakan pada saat ini penerbitan surat keterangan terdaftar tentang organisasi kemasyarakatan juga tak dipungut biaya. Selain itu, prosesnya juga diklaim hanya memakan waktu selama satu hari.

Hari ini Wakil Presiden Boediono memimpin finalisasi reformasi birokrasi bidang pelayanan publik. Penegasan proses dokumen kependudukan tanpa biaya menjadi salah satu hasil rapat. Selain Kementerian Dalam Negeri, lembaga lain yang juga memaparkan hasil reformasi birokrasinya adalah Kepolisian, Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Kepegawaian Nasional, Taspen, dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Flappy Bird Mau Dicabut dari Peredaran?

game Flappy Bird

game Flappy Bird

Flappy Bird Mau Dicabut dari Peredaran?

KOMPAS.com — Dong Nguyen, pembuat game “Flappy Bird” yang belum lama ini meraih popularitas tinggi, mengatakan akan mencabut game tersebut dari peredaran.

“Saya minta maaf, pengguna Flappy Bird, 22 jam dari sekarang, saya akan mencabut Flappy Bird. Saya sudah tidak tahan lagi.” Demikian tweet yang dituliskan Nguyen lewat akun @dongatory yang dikutip TheVerge.

Melalui akun tersebut, Nguyen tidak memaparkan alasannya secara rinci. Hanya saja, ia menampik beberapa spekulasi bahwa pencabutan ini terkait alasan legal dan bisnis.

Pencabutan game itu, tulisnya, bukan karena masalah legal. “Ini tidak ada hubungannya dengan isu legal. Saya hanya sudah tak bisa tahan lagi,” tulisnya.

Ia juga mengatakan, game itu tidak dijual. “Saya juga tidak menjual Flappy Bird, jadi jangan tanyakan (soal itu),” tukas Nguyen.

Game dengan gaya 8-bit itu meningkat popularitasnya secara dramatis pada awal Februari 2014. Meskipun game itu sebenarnya sudah ada sejak 2013.

Game itu terkenal sebagai game yang sulit untuk dimainkan, tetapi memiliki sistem kendali yang sangat-sangat sederhana. Pemain hanya perlu menyentuh layar berkali-kali untuk menjaga momentum terbang seekor burung agar bisa melewati rintangan pipa-pipa hijau.

“Saya bisa menyebut Flappy Bird sebagai salah satu kesuksesan saya. Tetapi, ia juga merusak hidup saya yang sederhana. Jadi sekarang saya membencinya,” tulis Nguyen.

Uang Bisa Bikin Kecanduan

Uang Bisa Bikin Kecanduan

Uang Bisa Bikin Kecanduan

Uang Bisa Bikin Kecanduan

Pernahkan Anda merasa ketagihan pada uang, harta dan kekayaan?, sebagian besar pasti menjawab iya. Seorang ahli sosiologi, Philip Slater menyatakan, uang dan kekayaan dapat membuat banyak orang kecanduan karena ingin terus memperolehnya.

Seperti dikutip dari CNBC, Jumat (7/2/2014), seorang mantan pialang saham di Wall Street bahkan secara terang-terangan menyatakan betapa dirinya ketagihan meraup lebih banyak uang.

“Tahun lalu, bonus saya di Wall Street berjumlah US$ 3,6 juta, dan saya marah karena jumlah itu tidak cukup besar. Saya ingin jumlah yang lebih banyak dari itu, saya kecanduan uang,” ungkap Sam Polk, mantan pialang saham seperti dikutip CNBC dari New York Times.

Diungkap Slater, kecanduan merupakan kebutuhan yang kronis akan sesuatu atau menganggap satu hal sangat penting hingga harus cepat-cepat dimiliki. Sementara rasa kecanduan manusia terhadap uang dapat timbul karena sikapnya sendiri.

Dia menjelaskan, orang-orang yang kecanduan uang akan merasa tidak lengkap dan tidak mampu berbuat apa-apa saat merasa jumlah yang tidak banyak. Semua itu yang dirasakan Polk.

“Kepuasan yang dirasakan bukan hanya tentang uang. Ini soal kekuatan yang datang dari uang itu sendiri,” ungkapnya.

Bahkan seorang psikoterapis, Stanton Peele mengatakan, kekayaan biasanya juga mendorong peningkatan status pribadi di mata masyarakat. Status sosial memang seringkali dipandang dari seberapa banyak jumlah uang yang dimiliki seseorang.

“Lihat saja Mike Tyson yang menghabiskan banyak uang untuk membeli obat-obatan. Itu memang benar. Tetapi sebagian besar uangnya justru digunakan untuk membeli perhiasan, mobil dan rumah,” terang Peele.

Menurut dia, itu merupakan salah satu bukti di mana seseorang bisa kecanduan pada uang dan harta yang dimilikinya. (Sis/Nrm)