Salesman : Think like an entrepreneur
Yah, seorang salesman harus bisa dan mau berpikir sebagai seorang wirausaha mandiri yang bertanggung jawab terhadap omset jualan produknya. Hal ini penting karena kalau hanya mengharapkan dari gaji pokok maka salesman akan menemukan kesulitan dalam hidupnya. Yakinlah bahwa gajinya akan habis untuk operasional rutin harian.

Salesman mendapatkan Fee / komisi / tunjangan / insentif / bonus atau apalah namanya, dan ini yang (seharusnya) dijadikan sumber pendapatan yang masuk kantong setiap bulannya. (Baca: Suka Duka Seorang Sales )
Salesman yang tidak bisa jualan ya ke laut aje! Judulnya: Nombok dong!
Pada umur 0 – 1 tahun masa kerja adalah masa perjuangan untuk seorang sales, tetapi (biasanya) pada tahun ke-2 akan menemui kemudahan dan jalan sudah mulai tertata. Pada tahun ke-3, tingkat penjualan si salesman akan mulai stabil.

Ini yang saya alami, kesulitan membangun usaha sangat terasa dalam tahun-tahun pertama sampai tiga tahun pertama.

(Baca: Kacamata Sales)

Salesman akan mengalami susahnya menjual produk. Sulitnya mendapatkan kepercayaan dari klien / konsumen sesuai target pasarnya. Biasanya, ada suatu periode yang cukup lama, enam bulan pertama salesman sama sekali tidak mendapat order atau order yang didapatkan terlalu kecil dan jauh dari target perusahaan. Terkadang sampai terpikir apakah benar langkah kita menjadi seorang salesman? Apakah memang mental kita lebih cocok jadi karyawan di belakang meja?

Nasihat orang tua yaitu, ketika kita kerja keras tanpa pamrih dan ikhlas, rejeki yang akan menghampiri.
Itu yang dijadikan pegangan oleh para salesman, apapun produk yang harus dijual ke pasar umum.

Di situlah keteguhan dan loyalitas salesman yang calon entrepreneur diuji. Apakah dia loyal terhadap tujuan menjadi entrepreneur. Tujuan saya waktu itu adalah sukses dan memberi manfaat yang lebih untuk sekitar. Kalau kita fokus dan loyal di tujuan kita, Insya Allah kita akan mendapatkan titik balik di tujuan tersebut.

JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal. Hitung-hitung bersilaturahmi dan memperluas pergaulan, bukan?

If you enjoyed this article, please consider sharing it!

Advertisements