Kwaci


Anda pernah makan kwaci? Suka? Apa alasannya?

Pagi ini, juniorku asyik menikmati kwaci biji bunga matahari sambil nonton film kartung avatar. Saya menyebutnya ‘menikmati’ bukan ‘makan’ karena bagi saya, kwaci tidak mengenyangkan. Kwaci hanya cemilan iseng.

Saya ingat, doeloe saya juga sering asyik dengan kwaci. Bentuknya yang kecil mungil memerlukan perjuangan tersendiri. Kata orang, inilah seni nya. Kalau sekarang, saya malas berjuang melawan kwaci. Keasyikan kwaci sudah tidak asyik lagi. Apakah ini berarti ada ‘rasa’ yang bergeser? Kenapa?

2 thoughts on “Kwaci

  1. Kwaci mungkin cuma pas dinikmati saat santai, waktu luang.

    Lagipula, saya termasuk gak suka makan kwaci, paling kalo mo cepet, kulitnya sekalin dikunyah. Biar gak lamaaa..

    Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s