Ditodong Pengamen di Bis Kota?
Aaarrrgghhh!!! … Bete banget rasanya! Berbagai perasaan campur aduk di dalam dada. Pengin marah tetapi tidak bisa!
Begini ceritanya …
Saat pulkam (pulang kampung) alias mudik liburan kemarin, di Semarang, saya mengalami kejadian Ditodong Pengamen di Bis Kota. Kurang ajar banget tuh orang! Dan saya pun terpaksa harus memberinya uang walau hati saya menolak karena suara nyanyiannya sumbang dan jauh dari kata enak di dengar telinga.
Si pengamen menyanyikan lagu begini :
- Sing maringi tak dongake slamet …
- Sing mboten maringi kebangeten sanget …
- Sing ethok2 turu tak dongake lemu koyo sapiku
Artinya :
- Yang memberi (uang), aku doakan selamat (sampai tujuan)
- Yang tidak memberi (uang), aku rasa keterlaluan sekali
- Yang pura-pura tidur, aku doakan gemuk seperti sapi ku
Naahhhh …
Bukankah itu artinya saya serasa ditodong oleh pengamen?
Terpaksa saya harus memberinya uang agar mendapatkan doa selamat sampai tujuan. Saya tidak mau dianggap keterlaluan karena tidak mau sedikit berbagi rejeki dengan pengamen. Dan yang lebih parah, saya tidak mau disamakan dengan sapi milik si pengamen!
Eh, ngomong2, pengamen itu hebat juga ya?
Dia punya sapi tapi kok mau tetap ngamen ya?

Hihi… mendingan ikhlasin aja, biar pahalanya gak kena diskon gara-gara terpaksa
Pernah nyobain naik kereta ekonomi ga? Penuh banget sama penodong yang suka main kasar. Bukan cuma pengamen. Yang jualan pun banyak yang maksa. Pokoknya banyak deh hal “aneh” yang dipakai buat maksa penumpangnya ngasih duit.
Hahahah saya suka yang kayak sapi itu.. Ahahahaha~
@vitta: ikhlas ga ikhlas … bete aja. hahaha
@Asop: sapi? kacian banget … ihiks… hahaha
sering mengalami hal serupa, tapi saya lebih memilih menjadi orang yang keterlaluan,, soalnya daripada saya ga ikhlas ngasihnya..